Arsip Kategori: Berita

Jul 18

Sosialisasi TPS 3 R

Mengambil tempat di Balai RW 13 Kemantren Kel Bandungrejosari, minggu (17/7) telah berlangsung sosialisasi pengelolaan sampah model 3 R berbasis masyarakat.

Acara yang dilaksanakan oleh Tim Fasilitator Lapangan Kemetrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) berlangsung dari jam 09.30 sd 12.00 WIB. dihadiri oleh Ketua RW 03 Kemantren, RW 07 Sukun Pondok Indah dan RW 13 Kemantren serta seluruh Ketua RT dilingkungan 3 RW. Sedangkan sebagai narasumber adalah Rahmat Hidayat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang.

CIMG1465

Tempat Pembuangan Sementara di Lapangan Kemantren

Program yang sifatnya hibah sosial dari Kementrian PUPR dan difasilitasi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang ini setidaknya mengisyaratkan adanya perubahan kebijakan dalam rangka ikut mendukung program Pemerintah Pusat dalam hal pengurangan sampah, dan dimulai dengan sampah rumah tangga di kawasan perumahan / sampah rumah tangga. Selain itu terkandung makna inspiratif mengubah perilaku masyarakat di tingkat kawasan dalam hal mengelola sampah buangan melalui proses penggunaan kembali (Re Use) dan memproses kembali sampah yang masih layak diproses/daur ulag (Re Cycle). Tujuan besar yang akan digapai adalah guna mengurangi kebutuhan Tempat Sampah Akhir (TPA) yang baru, mengingat setidaknya ada 4 (empat( TPA yang sudah ditutup yakni TPA Simpang Mojopahit, TPA Pandanwangi, TPA Gadang dan TPA Mergosono.

Beberapa pertanyaan yang dimunculkan oleh para ketua RT dan tokoh masyarakat (yang didominasi oleh kaum perempuan) adalah sekitar peran masyarakat dan kegiatan pemilahan sampah anorganik / BSM yang sudah berlangsung dan menjadi budaya tersendiri. Khususnya BSM 183 Kemantren. Untuk itu Rahmat hidayat, yang juga tokoh Nasional di pemngembangan dan Pengelolaan Sampah Nasional, meyakinkan bahwa budaya serta legal formal  akan menjadi perhatian utama. Sedangkan peran serta masyarakat, khususnya sebagai peserta pengelolaan sampah terpadu ini (yang nantinya akan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat/KSM) akan menjadi perhatian utama.

Secara garis besar sistem pengelolaan sampah model 3R berbasis masyarakat ini meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Setiap rumah tangga memisah-misahkan sampah sesuai jenisnya yaitu ptastik, kertas, kaca,logam dan organik. Sampah plastik, kertas, kaca-logam dimasukkan kedalam kantong sendiri-sendiri, sedangkan sampah organik dirnasukkan ke gentong kompos/komposter.
  2. Setelah kantong yang digunakan untuk menampung sampah plastik, kertas,logam-kaca penuh, kemudian masing-masing rumah tangga membawa dan rnemasukkan sampah tersebut kedalam tong–tong/drum sampah terdekat sesuai jenisnya pula.
  3. Setelah tong sampah penuh akan diambi dan diangkut ke tempat penampungan sampah (TPS) Kemantren oleh petugas pengangkut.
  4. Setetah masuk di TPS, dilakukan penyortiran lebih khusus lagi dan dilakukan dengan pengepakan kemudian dijual ke pengepul sampah/Lapak (rekanan).
  5. Hasil penjualan sampah untuk biaya operasional (petugas/swasta ) dan sisanya rnasuk kas KSM.
  6. Khusus untuk sampah organik, setelah menghasilkan kompos di rumah masing – masing sebagian dikemas lalu dijual dan sebagian lagi dipakai sendiri untuk penghijauan lingkungan rumah dan kampung.

Sedangkan sampah bungkus makanan, minuman dan deterjent  (jenis sampah plastik tebal baik yang berlapis aluminium foil maupun tidak berlapis) didaur ulang menjadi kerajinan tangan seperti tas, dompet, topi, tempat koran majalah kursi. Selanjutnya hasil kerajinan tangan tersebut dapat dipakai sendiri atau dijual.

Rahmat Hidayat juga menegaskan bahwa program ini diperuntukkan bagi maksimal 500 KK (Kepala Keluarga), sehingga melihat potensi 3 RW yang berjumlah lebih dari 1.500 KK -bila disepakati bersama- akan dimintakan kepada Pemerintah RI melalui Mentrei PUPR. Namun program ini setidaknya bisa dilaksanakan. Sedangkan program yang sudah berjalan dari 2014 sudah berlangsung di Kelurahan Madyopuro (Velodrome) dan di Kelurahan Balearjosari.

Mei 16

Pembubaran Panitia Otonomi Awards 2016

brs 2

Zainul Amalai S.Sos M.Si Lurah Bandungrejosari beserta KAsihati S Ag Ketua TP PKK Kelurahan mendampingi Camat Sukun Ibu Sinarni SIP MM

Setelah melaksanakan kegiatan mulai 20 Januari 2016 dan berakhir 1 April 2016), pada Sabtu malam (14/05) Panitia Pelaksana Kegiatan Lomba Otonomi Awards Lurah Camat Kota Malng 2016 dengan resmi di buabarkan .

4ba1df6d-f271-4fbe-ad0e-885c35e234a3

selebrasi Kelurahan …… Kebersamaan itu indah

Melalui proses panjang dan penuh dengan perbedaan maka Kelurahan Bandungrejosari mendapatkan tempat terbaik dalam kategori Kelembagaan Masyarakat, satu dari delapan kategori lomba. Capaian ini sudah luar biasa, dikarenakan selama berproses, Lurah Bandungrejosari mengajak serta masyarakat menilai diri mereka dan memberi masukan kepada Lurah tentang kinerja dari 8 (delapan) aspek Lomba Otonomi Awards yang di sponsori oleh Radar Malang (Jawa Pos Group).

Dalam proses pasca diumumkannya hasil lomba, Zainul Amali SSos MSi selaku Lurah langsung merapatkan diri dengan Ketua LPMK dan Ketua Panitia serta tokoh masyarakat Kelurahan. Tujuan utama adalah untuk menevaluasi kinerja dan mendapatkan formula kunci atas keberhasilan ini. Luar biasa beliau dalam mengedapankan logika pembelajaran yang bisa di serap dan diaplikasikan dalam kegiatan pem berdayaan masyarakat. Sampai kemudian lahirnya ide untuk mengemas acara penutupan ini dalam satu paduan rapat dan mempertemukan dalam forum silaturahim.

brs 5

13 RW dan hadirin yang terdiri dari seluruh ketua RT dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Bandungrejosari Kec Sukun Kota Malang

Pada kesempatan Jumat malam (13/05) di sela-sela pengecekan kesiapan acara, “Abah Zainul” menyam paikan bahwa forum ini nantinya adalah salah satu upaya edukasi masyarakat kepada Pemerintah Kota Malang, ermasuk program kerja. Tidak banyak kesempatan Ketua RT atau Tokoh Masyarakat mengenal Camat, Kapolsek, bahkan Danramil di Kecamatan Sukun. Maka dari itulah kesempatan Bandungrejosari Bersyukur  (thema acara) dan motto yang dijadikan tag acara KEBERSAMAAN ITU INDAH sangat cocok dan semoga dapat menginspirasi tokoh masyarakat.

Mei 16

Pencanangan Lomba Lunas Pajak PBB 2016

4ba1df6d-f271-4fbe-ad0e-885c35e234a3

Tekad bulat untuk menjadi Taat Membayar Pajak PBB dikomandani oleh LPMK dan 13 Ketua RW

Dalam rangka ikut serta memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Malang, LPMK Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang, bersepakat bersama 13 Ketua RW mencanangkan Lomba Lunas Pajak PBB antar RW di Kelurahan Bandungrejosari. Pencanangan Gerakan Sadar Pajak ini disampaikan di depan Ketua RT dan Ketua/Koordinator Lembaga Sosial Kemasyarkakatan Kelurahan di Cafe Sumber Wareg Kebon Agung Sabtu (14/05) malam.

Giatan acara tersebut bersamaan dengan berlangsungnya acara pembubaran Panitia Otonomi Awards Lurah Camat Kota Malang 2016. Turut hadir dalam acara tersebut Kapolsek Sukun, Danramil Sukun (Muspika Sukun) dan tokoh masyarakat Kelurahan Bandungrejosari.

Dalam pernyataan setelah acara, Puryanto selaku Ketua LPMK Bandungrejosari periode 2015 – 2018, menyampaikan bahwa ide ini sebagai salah satu upaya meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Malang. Sehingga dengan meningkatnya wajib pajak yang dibarengi dengan naiknya prosentase pembayar pajak beliau berharap “Kue Pembangunan”di Kelurahan Bandungrejosari dapat meningkat. Selaras dengan tingginya aspirasi masyarakat dan partisipasi masyarakat di 13 RW. Sehingga patutlah kiranya 13 (tiga belas) ketua RW akan mengusung kegiatan ini bersama dengan perangkat Kelurahan Bandungrejosari.

5567bdc2-c34d-4902-954f-2c4655fbb744

Nyanyi bareng setelah usai kegiatan.

 

Mei 12

Walikota Malang menghadiri Forum International

The-International-Steering-Commitee-of-The-Strong-Cities-NetworketaC

Wali Kota Malang, Mochammad Anton dalam forum “The International Steering Commitee of The Strong Cities Network” di Turki. (Foto: Humas Pemkot Malang For MalangTIMES)

Kota Malang. Wali Kota Malang, H Mochammad Anton menjadi satu-satunya wali kota dari Indonesia yang diundang dalam pertemuan Kepala Daerah antar negara pada forum “The International Steering Commitee of      The Strong Cities Network” di Kota Antalya, Turki, pada 11-12 Mei 2016.

Forum ini merupakan ajang berbagi pengalaman, pemikiran dan bestpractise pada masing-masing daerah di negaranya terkait dengan langkah membangun kekuatan internal dalam menopang terwujudnya perdamaian, diinisiasi The Institutw for Strategic Dialogue (ISD) yang berkedudukan di Inggris dengan membentuk Strong Cities Network (SCN).

Seperti diutarakan Abah Anton, sapaan akrab Wali Kota Malang ini, di sela-sela forum, bahwa SCN adalah jaringan global pertama yang beranggotakan para wali kota, para pemimpin di tingkat lokal dan para praktisi yang terlibat dalam mengembangkan ketahanan masyarakat.

“Kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang, tentu juga bagi masyarakat Jawa Timur dan juga Bangsa Indonesia, karena rekomendasi serta undangan yang diberikan untuk Kota Malang,” ungkap Anton dengan bangga.

Rekomendasi ini, kata Anton, karena Kota Malang dinilai mampu menjalin komunikasi dan ketahanan yang kuat antara pemimpin formil (Forpimda). “Juga dengan pimpinan-pimpinan non formal seperti melalui FKUB, LPMK, Forum Rektor, Forum Temu RT/RW serta keterlibatan pemuka agama dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” sambungnya.

Seperti diutarakan Abah Anton, sapaan akrab Wali Kota Malang ini, di sela-sela forum, bahwa SCN adalah jaringan global pertama yang beranggotakan para wali kota, para pemimpin di tingkat lokal dan para praktisi yang terlibat dalam mengembangkan ketahanan masyarakat. Baik lewat seminar peningkatan kapasitas dan pengembangan modul pelatihan interaktif pada tema kepentingan bersama. Disamping itu SCN juga menginovasikan program-program berbasis “Local Grants” ( Hibah lokal) guna mendukung pengembangan program lintas kota di dunia.

“Kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang, tentu juga bagi masyarakat Jawa Timur dan juga Bangsa Indonesia, karena rekomendasi serta undangan yang diberikan untuk Kota Malang,” ungkap Anton dengan bangga.

Sumber berita : malangtimes.com

AR/BR

Mei 12

BBGRM Jatim 2016

43463c196963e1ab5cb07969680763dcJatim NewsroomGubernur Jawa Timur H Soekarwo mengingatkan kembali kepada masyarakat untukmenjaga selalu semangat gotong royong. Karena gotong royong merupakan ruh pembangunan bangsa

“Yang harus ditangkap dari esensi ikrar gotong royong, bahwa ruhnya pembangunan adalah gotong royong,apalagi harus menjaga empat pilar,” ujarnya saat membuka Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong RoyongMasyarakat (BBGRM) PKK Ke -44 Provinsi Jawa Timur, di Pendopo Kabupaten Tuban, Rabu (11/5).

Kegiatan puncak BBGRM ini dihadiri oleh sejumlah Bupati dan Ketua penggerak PKK di Jawa Timur, pejabatdilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tuban serta diikuti oleh seluruh kaderpenggerak PKK se-Jawa Timur.

Gubernur mengatakan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur nilai gotong royong sangatpenting di era pasar bebas saat ini. Oleh karena itu, ia mengajak Bupati dan Walikota untuk gotong royongmemperbarui tenaga kerja industri kecil primer maupun sekunder dengan melatih para pekerja. “Kita jugabisa gerakkan perempuan di PKK untuk meningkatkan ekonomi, bagaimana membuat roti bisa dimakanenak dan bungkusnya juga bagus dan enak,” ujarnya.

Saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Gubernur menyampaikan rasa terima kasih kepadaPemerintah Desa dan Kelurahan se-Indonesia yang telah berupaya melaksanakan pembangunan danmenjaga semangat gotong royong.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Hj Nina Soekarwo berpesan agar penggerak PKK di JawaTimur tetap memberikan perhatian khusus pada fungsi posyandu sebagai garda terdepan dalammemberikan pendidikan dalam bidang kesehatan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sesuai suratedaran Menteri agar mengoptimalkan peran posyandu.

13165858_593411684157097_2782321016911204464_n-horz

Backdrop Tuban Bumi Wali dan kemegahan gerbang utama

Ia juga cukup bangga dengan prestasi PKK Jawa Timur yang selalu mendapat penghargaan di tingkatNasional sehingga tidak diperbolehkan mengikuti lomba di tingkat nasional.

Pada BBGRM tahun ini, PKK Jawa Timur memberikan penghargaan Pin emas kepada 76 kader penggerak PKKyang mengabdi selama minimal 15 tahun. ” Penghargaan ini hanya dilakukan oleh Jawa Timur,sebenarnyayang mengabdi lama cukup banyak,tapi kami batasi minimal 15 tahun,”ungkapnya.

13151788_593410187490580_7586675909078831281_n

Keindahan Joglo dan pendopo Kab Tuban

Tema puncak peringatan tahun ini adalah, Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRGM) kitadaya gunakan peran lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah desa dan kelurahan.

Usai acara pembukaan Gubernur Jawa Timur beserta seluruh undangan membuka pameran ekonomi yangdipusatkan di alun-alun Kabupaten Tuban.(mad)

Sumber Diskominfo Jawa Timur dan Media Sosial KPM Tuban

AR/IDA

Mei 08

Sosialisasi IPAL Komunal

ec226d4c-2f25-4235-b77f-f9bb70b447a9

Tim Sosialisasi DKP Kota Malang bersama warga saat memberikan arahan serta penguatan kapasitas masyarakat calon penerima kegiatan

Bertempat di pinggir sungai wilayah RT01 RW 12 Klayatan Gg1 Jumat’ (06/05) telah dilaksanakan sosialisasi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Komunal. Sosialisasi program yang masuk dalam kegiatan UPT Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini merupakan kegiatan tahunan dalam kerangka pengura ngan angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS NOL).

4

Penilaian diri sendiri bersama fasilitator dan perwakilan DKP Kota Malang

Kegiatan sosialisasi ini menindaklanjuti usulan kegiatan/proposal yang dilayangkan warga RT 01 RW 12 Kelurahan Bandungrejosari tahun 2015 dan didukung sepenuhnya oleh perangkat LPMK Bandungrejosari. Pada kesempatan ini Puryanto SE selaku Ketua LPMK Bandungrejosari mendampingi sosialisasi dan RPA (Rapid Participatory Asses ment) atau penilaian secara partisipatif oleh warga setempat..

Rapat berlangsung ramai dan bersahabat mengingat bahwa usulan kegiatan pembangunan IPAL Komunal ini merupa kan usulan ketiga dan sudah disepakati bersama oleh warga RT01 RW 12. Sehingga tak kurang ketua RW 12 Djarnoko Prihambodo yang sedang mempersiapkan acara tutup tahun di Ponpes Ustad Rifaíe pun menyempatkan datang ditema ni oleh Ketua LPMK dan warga setempat. Disamping itu warga memperoleh cukup wawasan baru tentang bagaimana menilai diri sendiri yang terkait dengan pengalaman membangun dan penilaian kesungguhan akan usulan kegiatan.

5

Suasana penilaian partisipatif yang dipandu oleh Fasilitator dari DKP

Lebih jauh Eka yang mewakili UPT Persampahan menyampaikan bahwa kegiatan yang awalnya berjumlah 26 unit IPAL di Jawa Timur ini harus turun drastis menjadi 1 unit kegiatan dan ditempatkan di Kota Malang. Hal ini disebabkan belum adanya lembaga atau Kelembagaan di masyarakat yng berbadan hukum (Kemenkumham). Hal ini tentunya memper sulit pembangunan IPAL yang sumbernya dari APBN. Untuk itu disarankan agar setidaknya dalam satu kelurahan di Bandungrejosari ini dapat memperoleh atau membuat satu kelembagaan yang berbadan hukum dan disyahkan oleh Kemenkumham..

1

Dibantu relawan warga menilai berdasarkan indikator kegiatan

Untuk itu baik ketua LPMK Puryanto menyanggupi untuk bermusyawarah dengan Lurah dan kelembagaan lainnya. Beliau juga menyadari arti pentingnya lembaga berbadan hukum ini, terutama terkait dengan Dana Hibah kepada ma syarakat Kelurahan. Namun disi lain Djarnoko Prihambodo juga sedang berproses dengan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Melati Putih 2 terkait kelembagaan yang berbadan hukum ini.

Acara berakhir jam 22.00 dengan penandatangan Berita Acara, Dan hasil kegiatan ini akan ditampilkan di DKP Kota Malang serta dikompetisikan dengan 15 usulan serupa. Semoga niat baik warga ini dapat didukung dan mendapatkan kesempatan memperoleh kegiatan pembangunan IPAL Komunal.tahun 2016.

AR/IDA/BRJ ++

Apr 20

Kunjungan dari Bag Pemerintahan Kota Balikpapan

5

Foto Bersama Lurah Dan Ibu bersama Ketua dan Koordinator Lembaga Sosial Kemasyarakatan Kelurahan Bandungrejosari

Bertempat di Kantor Kelurahan Bandungrejoari, Rabu (20/04) Lurah Bandungrejoasri menerima kunjungan kerja Bagian Pemetintahan Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

Sesuai dengan Surat Pemerintah Kota Balikpapan No 100/0798/Pem tertanggal 01 April 2016 tentang Kunjungan kerja, tujuan kerja kali ini adalah untuk belajar mengenai web dan pengetahuan tentang Teknologi Informasi terkait dengan tugas-tugas pemerintahan di 13 Kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.

Saat menerima rombongan Pemda balikpapan, Zainul Amli S.Sos MSi selaku Lurah dengan bangga bercerita tentang potensi dan karakteristik Kelurahan Bandungrejosari. Juga beberapa inovasi terkait dengan pemberdaya an masyarakat serta kinerja Pemerintahan yang dilaksanakan di Kelurahan ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koord BKM Guyub Rukun Warsito, Ketua LPMK Puryanto, Ketua KIM BIJAK Drs. Moch Djaelani, Wihatno selaki Babinsa dan staf Kelurahan yang ikut serta memberikan dan membagikan informasi terkait dengan tujuan kunjungan kerja ini. Dan kegiatan pun bergulir secara santai dengan membagi dalam kelompok-kelompok yang diharapkan oleh Lurah Bandungrejosari dapat memberikan informasi yang lebih detail dan lebih sempurna sesuai dengan hal da persoalan yang akan diduplikasikan di 13 Kelurahan ter sebut.

6

Kika Ketua KIM saat berdiskusi tentang Kelompok Informasi Masyarakat dan membuka arsip Pertanahan bersama Lurah Bandungrejosari

Keseruan demi keseruan nampak saat Zainul Amali S.Sos M.Si membagi pengetahuan tentang administrasi pertanahan di Kelurahan. Beberapa staf Kelurahan Kota Balikpapan ini nampak anthusias melihat “Buku Kra wangan” dan Buku Letter C. Hal ini dapat dipahami karena bagi beberapa staf Kelurahan tersebut amat mungkin belum pernah melihat dan belum memahami administrasi pertanahan, khususnya catatan sejarah ten tang tanah di Kelurahan.

Kegiatan diakhir dengan kunjungan ke Studio Radio Duta Swara dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) BIJAK yang danatar langsung oleh “Pak Branjang” (sebutan akrab Drs Moch Djaelani Ketua KIM BIJAK).

1

Menumbuhkembangkan kepedulian lewat aksi dan gerakan bersama masyarakat, … salah satu kiat Pemerintah Kelurahan dalam menggerakkan partisipasi warga

Semoga pengetahuan dan berbagi ilmu di Kelurahan Bandungrejosari ii dapat dimanfaatkan dan di aplikasikan didalam kegiatan Pemerintahan di Kota Balikpapan Kalimantan Timur .

Ar/Ida/Bra

Apr 04

Terbaik di bidang Lembaga Kemasyarakatan

IMG-20160403-WA0002

Lurah Zainul Amali mengangkat tinggi Piala Otonomi Awards Bidang Kelembagaan Masyarakat.

Bertempat di Graha Cakarawala Universitas Negeri Malang, Jum at  malam (01/04) berlangsung penganugera han Otonomi Awards Lurah Camat Kota Malang 2016. Perhelatan tahun ke 2 ini berlangsung meriah dan penuh suka. Tak kurang Bupati Padang Panjang dan Bupati Jember ikut hadir bersama masyarakat Kota Malang.

IMG-20160402-WA0000

Suasana Gelar Anugerah Otonomi Awards di Graha Cakrawala UM

Walikota Malang HM Anton merasa cukup puas dan bangga, karena di ulang tahun ke 102 Kota Malang juga menjadi tuan rumah Konperensi Kota Kreatif di Indonesia. Untuk itu patutlah berbangga hati warga kota Malang mendapat anugerah yang luarrr biasa. Dan paling membanggakan adalah warga Bandungrejosari Kec Sukun, dimana hasil penilaian dewan juri Radar Malang memberikan appresiasi kepada Lurah Bandungrejosari menda patkan gelar terbaik di bidang Lembaga Kemasyarakatan,

Zainul Amali S Sos M Si dengan bangga mengangkat piala dan tersenyum lebar disaksikan oleh supporter Kelu rahan Bandungrejosari yang berbatik hijau malam itu.

Hasil lengkap 8 bidang Otonomi Awards dapat diilihat di Media Center Kendedes Dinas Kominfo Kota Malang.

Mar 28

Menggerakkan langkah kreatif di 102

logoTanggal 1 April 2016, Kota Malang akan merayakan Hari Jadinya ke 102. Suatu prestasi tersendiri pun pada peringatan yang ke 102 banyak langkah yang akan diambil Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinan walikota H Moch Anton sejak September 2013.

Sungguh satu kemajuan yang amat berarti bagi Kota Malang, bahwa sejak kepemimpinan H.Moch Anton, Kota Malang seakan menggerakkan seluruh elemennya dalam satu kemajuan pesat memasuki jaman ekonomi kreatif.

Kekayaan alam, budaya, dan manusia Indonesia dapat menghasilkan potensi besar ketika digabungkan dengan kreativitas sehingga dapat memberikan sumbangsih tidak hanya terhadap perekonomian nasional, tetapi juga dalam penguatan citra dan identitas bangsa. Pengembangan sumber daya terbarukan dan inovasi. Dengan adanya MEA dan kemajuan teknolologi informasi, peluang ekonomi kreatif akan terus tumbuh melahirkan wujud kreativitas baru dalam industri kreatif.

Dipetik dari siaran Humas Pemerintah Kota Malang, Slogan HUT ke 102 adalah MENUJU KOTA KREATIF BERWAWASAN GLOBAL. Kota Kreatif memberi pesan bahwa pertumbuhan ekonomi akan berjalan baik apabila muncul kreatifitas program dan kegiatan, tumbuhnya ekonomi kreatif serta pembangunan tidak terjebak semata pada keterbatasan APBD namun mampu menggali kreatifitas ragam gerak pembangunan melalui partisipasi secara meluas, utamanya mendorong terlahirnya industri kreatif di kota Malang. Kota Kreatif juga menjadi payung sekaligus semangat yang mendasari di pilihnya Kota Malang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Conference 2016, dan yang menandai akan dideklarasikannya kota kota ekonomi kreatif di Indonesia.

anton kreatifBerwawasan global memberikan makna bahwa ekonomi kreatif di Kota Malang harus memiliki standar mutu yang bercita rasa internasional, mampu menembus pasar internasional, menjadi kekhasan budaya daerah sebagai penopang industri pariwisata, jasa serta perdagangan dalam era MEA. Untuk itulah Kota Malang menangkap peluang bagi terselenggaranya Konperensi Kota Kreatif di Indomnesia (ICCN = Indonesian Creative City Conference) yang akan digelar 1-5 April di Gelora Gajahyana. Diikuti oleh hampir 2oo peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, Kementrian dan berbagai elemen pendukung..

Adapun acara pokok dapat di klik disini.

Beberapa acara lainnya yang lebih meriah adalah penyelenggaraan malang Expo 2016 yang perhelatannya cukup mempersona, jadualnya bisa di klik disini

Mar 28

Kunjungan KRPL Kab Karangasem

2Bertempat di RT 15 RW 12 Kelurahan Bandungrejosari kec Sukun Kota Malang, Jum at (25/03) berlangsung studi banding KRPL Kab Karang Asem Bali. Tujuan utama studi banding ini adalah untuk melihat, belajar dan berdiskusi tentang perkembangan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari)di Kota Malang. Khususnya suri tauladan sehingga mendapatkan penghargaan Presiden tahun 2014 lalu.

Maksud dan tujuan kunjungan tersebut saling silang berbagi pengalaman dengan harapan meningkatkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat dan aman bagi keluarga serta sebagai sarana peningkatan ekonomi keuargan. Untuk itu kunjungan terbagi 2 (dua) lokasi di RT08 RW 12 Klayatan yang bergerak dengan pangan olahan dan lokasi 2 sekitar budidaya lele dan hasil olahannya (termasuk re seler Sahabat Pangan).

11

Berbagi cinderamata dan membangun komitmen bersama

Pada akhir kunjungan, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Karangasem Ir I Putu Sutha Antara yang didampingi Kasie  Ketersediaaan dan Kerawanan Pangan Catur Bagyo S. Pi menyampaikan rasa gembira dan terima kasih atas sambutan Kelompok Wanita Tani Melati Putih 2 dan Kota Malang atas kunjungan kerja kali ini. Tampak juga mendampingi KRPL Melati Putih 2 adalah Kasie Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan  Pangan Nunuk Kusyanti SP MM yang dengan sabar menghantar ke lokasi binaan dan menjawab sekaligus berdiskusi seputar tahapan dan inovasi kelompok serta kolaborasi dengan SKPD terkait agar kegiatan ini dapat berhasil dan berdurasi panjang.

111

Berbagai keceriaan bersama dan tokoh masyarakatpun menjadi saksi kebersamaan siang itu

 

Post sebelumnya «

» Post terbaru