Category: Berita

Merajut silaturahim di lapangan Kemantren

Merajut tali silaturahim terjadi di mana saja, namun kegiatan rutin yang dipandu oleh Pemuda Muhammadiyah Klayatan Kemantren mampu menyatukan aktivitas dan momen berharga untuk berkumpul dan merajut sitarurahim.

Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan sholat Idul Adha 1440H Ahad  11 Agustus 2019 di lapangan Sukun Pondok Indah Kemantren, mereka kembali berkumpul bersama keluarga melaksanakan sholat ied berjamaah. Lapangan SPI, yang juga sebagai pintu masuk lingkungan Sukun Pondok Indah 07 Kelurahan Bandungrejosari terasa penuh sesak.  Sholat Ied yang dilaksanakan mulai jam 06.15 WIB tampak syahdu dan khusuk. ditambah latar belakang perumahan membuat suasana laksana dalam lukisan.

Macet di Raya Kepuh

Tampak kondisi siang jam 14.00 WIB di lokasi jembatan Janti

Berkaitan dengan revitalisasi jembatan Janti raya, pengguna jalan di wilayah Bandungrejosari akan berpotensi macet.  Kemacetan jalan bisa berlangsung cukup lama, menurut keterangan beberapa pelaksana proytek, jembatan Janti akan di tutup mulai 8 Agustus 2019 sampai Desember.

Disayangkan memang, bahwa sosialisasi Kelurahan per surat kepada wilayah belum menuai hasil.  Salah satunya jalan alternatif dari Univ Kanjuruhan (depan Kelurahan Bandungrejosari)  ke timur menuju jembatan makam Kepuh masih macet parah. Sehingga mulai sore sampai 19.00 WIB sepanjang jalan raya Kepuh mengalami kemacetan parah. Hal ini mungkin banyak disebabkan karena nuansa akhir pekan dan banyaknya yang akan merayakan Sholat Ied di luar kota.

Himbauan yang disampaikan oleh perangkat Kelurahan Bandungrejosari, kiranya pihak Dishub dan Kepolisian Kota Malang segera mengadakan rekayasa lalu lintas agar kemacetan dapat diurai dan berkurang, utamanya jam jam sibuk pagi dan sore hari . Mengingat volume jalan alternatif tidak mendukung, serta masuk wilayah permukiman.

Ario/Linda

kemacetan mulai nampak sejak 17.00 WIB

Fakta HUT RI ke 74 tahun ini

Beberapa fakta yang berkaitan dengan HUT RI ke 74 tahun 2019 yang bisa temen warga kelurahan harus tahu adalah sebagai berikut :
1. Logo HUT RI, .. Logo tahun ini berbalut merah putih khas dengan angka 74 yang dominan
2. Slogan Menunju Indonesia Unggul ,… slogan ini terinspirasi oleh pidatoi Presiden Joko Widodo yang mengungkapkan bahwa pembangunan Indonesia ke depan diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia. Wajar apabila slogan ini harus selalu digaungkan
3. 17 Agustus 2019 jatuh pada hari Sabtu,… so jangan berharap ada week end ya bagi pekerja kantoran
4. Kelurahan Bandungrejosari mempunyai 5 wilayah dengan jumlah warga dan sejarah berdirinya lingkungan tersebut. Ada Janti, Kepuh, Keben, Kemantren dan Klayatan
5. Kampung kerlip kerlip ,… tahun ini seiring dengan perayaan HUT RI ke 74 thema kampung warga kali ini menjadi khas, yaitu kampungku berkelip kelip.
menurut temen warga Bandungrejosari bagaimana ????

Membangun asset Kelurahan Bandungrejosari

Kepedulian terhadap pembangunan bukan saja pada kepedulian terhadap pembangunan fisik semata. Namun juga pada sektor manusia dan lingkungan hidupnya dengan harapan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian tingkat partisipasi masyarakat kelurahan akan terbentuk, nyata, terukur dan berkelanjutan. Hakekat pelaksanaan pembangunan ini disadari sepenuhnya oleh Lurah Bandungrejosari Kec Sukun Kota Malang.
Disela sela pembangunan fisik berjalan di tingkat wilayah, beliau selalu menanamkan pentingnya menyantuni anak yatim, dhuafa dan fakir miskin. Hal ini dilakukan dengan satu pemahaman, bahwa selain “menghidupkan” nilai-nilai kedermawanan, berbagi kesejahteraan, juga pada proses percepatan “naik kelas” bagi warga pra sejahtera di Kelurahan Bandungrejosari.
Dalam jenjang karir di Kelurahan Bandungrejosari, sejak 2011 sampai sekarang, disetiap tahun anggaran selalu diinisiatipkan adanya santunan bagi keluarga pra sejahtera di atas. Mulai santuan dalam bentuk uang, stimulan, dan peduli pada setiap program penanggulanngan kemiskinan yang berasal dari berbagai kedinasan. Bahkan senantiasa mendorong kegiatan kemasyarakatan untuk menyisihkan bantuan sosial, khususnya dalam rangka membuka akses pada sumber daya kunci agar adanya percepatan dalam menuju kesejahteraan.
Hal inilah yang disadari beliau saat menerima Tim Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Malang (Jumat 2/08/2019) dalam rangka Kelurahan Bandungrejosari mendapatkan program Kampung Zakat. Zainul Amali S.Sos Msi menyampaikan karakter warga miskin kelurahan beserta lingkungannya, yang walaupun menyebar di 13 RW namun tidak terlokasi di satu tempat. Sehingga saat Ibu Nurul dari Kemenag Kota Malang meminta untuk survey lokasi agar dapat memetakan lokasi dan persyarataan administrasi lainnya. Dalam kesempatan itu pula Zainul Amali S.Sos Msi menyampaikan, bahwa tidak ada satupun RT yang spesifik adalah warga miskin. Yang ada adalah kawasan yang bisa jadi terdiri dari 1 sampai 3 RT. Ibu Nurul dan tim pun mendapatkan penjelasan tambahan dari Ibu Kartina (mewakili Puskesos dan PSM Kelurahan) dan Ario Rachmono (TKSK Sukun) tentang perlunya satu kesepakatan tentang warga miskin kelurahan dan lokasi yang bisa dijadikan alternatif.
Dalam rangka mendapatkan data yang sesuai, Tim Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Malang ini pun diantar ke lokasi RT10 RW 01 dan RT11 RW 03 untuk mendapatkan data konkrit dan survey yang akan dipakai sebagai kajian awal terbentuknya Kampung Zakat. Semoga dengan keberadaan Kampung Zakat ini dapat menambah aset Bandungrejosari, yang akan menjadi daya ungkit bagi masyaraakt miskin Kelurahan untuk ikut serta aktif dalam Program Pembangunan Kelurahan Bandungrejosari

Makna peringatan HUT RI 2019

Dalam rangka ikut memeriahkan peringatan HUT RI ke 74, kelurahan Bandungrejosari juga berpartisipasi lewat rangkaian kegiatan khas Bandungrejosari. Rapat pleno (Kamis, 25/07/2019) yang dipimpin oleh Bapak Djumain dan Bp Markani mengagendakan beberapa hal terkait pelaksanaan tahun 2019.

Lurah Bandungrejosari S.Sos MSi membuka dengan semangat khas yang menggebu, bahwa sebagaimana wujud rasa syukur dari kita sebagai warga negara adalah dengan memperingati momen bersejarah ini. Dari tahun ke tahun pelaksanaan kegiatan selalu tidak meninggalkan rasa syukur lewat keberadan santunan Dhuafa dan fakis miskin di tingkat Kelurahan. Disamping acara inti yang lazim dilaksanakan pada baziz kelurahan, beberapa hal perlu mendapatkan perhatian khusus. Lurah mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan dan mekanisme penggunaan uang harus transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. Beliau mengingatkan agar tidak terjadi pengaduan atau komplain kegiatan lewat media sosial, Sehingga Panitia HUT RI ke 74 harus saling mengingatkan kinerja dan hasil akhir, yakni terlaksananya dengan baik sesuai perencanaan. Istilah beliau yang lazim di kalangan tokoh adalah “ANGGARAN menentukan KEGIATAN”.

Agenda kegiatan peringatan HUT RI ke 74 :
1. Mobil hias (dilombakan) di tingkat Kota  Malang akan diwakili oleh RW 1
2. Kegiatan umum HUT RI ke 74 direncanakan dg biaya Swadaya Masyarakat
3. Rencana kegiatan pembelian tanah makam di wilayah timur
4. Jasmas persampahan akhirnya di dapat 2 roda tiga dan 50 tong sampah
5. Peletakan batu pertama dpt bantuan 8×12 meter tanah untuk dibangun balai RW 10.

Hadir tokoh masyarakat dan kelembagaan masyarakat tingkat kelurahan juga PKK tingkat RW didampingi bhabinmas dan bhahinkamtibmas

Hasil Kegiatan sbb :

1. Zainul Amali S.Sos MSi mematangkan acara dengan memggaris bawahi bahwa yang terpenting adalah dukungan seluruh warga agar pelaksanaan dapat berjalan sukses,
2. Kegiatan  ini juga akan dilaksanakan dengan pengobatan gratis yang dipandu oleh FKKAUB Kelurahan Bandungrejosari.  Selain pengobatan gratis juga santunan anak yatim dan dhuafa rencananya juga akan diselenggarakan sebagai potensi rasa syukur masyarakat Bandungrejosari di peringatan HUT RI ke 74.

Acara ditutup oleh doa yang dipandu oleh Ustadz Mashuri dengan himbauan agar dapatnya kegiatan santunan fakis miskin dan dhuafa dapat terlaksana di sela sela keramaian dan semarak peringatan HUT RI ke 74.

Ario/Linda

Menjadi pribadi yang produktif

Dalam rangka peningkatan kapasitas warga Kelurahan, Pemerintah Kelurahan Bandungrejosari mengadakan kegiatn Seminar Kepemudaan, lewat anggaran APBD Kota Malang pada Rabu 11/07/2019 bertempat di Balai Kelurahan Bandungrejosari.

SSeminar kali ini membawa nara sumber dari Puskesmas Janti yang terkait dengan bagaaimana pemuda, lewat keorganisasian Karang Taruna, dapat mengenal dirinya sendiri. Kemudian mengaplikasikan pengetahuan, yang berbasis Kesehatan, dalam kehidupan sehari-hari. Yang dimulai dari keluarga, kawan sepermainannya sampai lingkungan yang lebih besar (saat bekerja atau di organisasi kepemudaan lainnya ).

Para Narasumber dari Puskesmas yang sudah dikenal oleh masyarakat Kelurahan Bandungrejosari (pembina kegiatan Kelurahan Siada dan Pokja Kelurahan Sehat) ini langsung berinteraksi dengan para pemuda utusan dari 13 RW di lingkungan Kelurahan Bandungrejosari.  Walaupun tampak keengganan undangan dalam berinteraksi, namun kegiatan dapat berjalan baik berkat fasilitasi moderator dari  TP Penggerak PKK Kelurahan. Perempuan aktif yang akrab dipanggil Ibu Emmy ini dengan sigap membawa nuansa ceria dalam ruangan, sehingga satu persatu pertanyaan para pemuda ini dapat cepat ditanggapi oleh ibu Fatimah dan dipahami oleh peserta.

Salah satu peserta menggajukan pertanyaan

Kasie PMK Kelurahan Jumaiyah SE, memberikan penjelasan bahwa dalam klerangka membentuk masyarakat yang cerdas dan tanggap lingkungan, diperlukan upaya yang terus menerus memberikan pengetahuan dan kegiatan lewat aplikasi dana hibah Kelurahan. Kali ini adalah kegiatan kepemudaan dengan sub thema Remaja yang sehat dan Produktif. Sedangkan organisasi dan komponen masyarakat juga akan dilaksanakan dalam waktu mendatang sesuai dengan perencanaan kegiatan tahun sebelumnya. Harapannya semua komponen masyarakat lewat kelembagaan dapat berkembang pengetahuan agar sistem dan manajemen pembangunan Kota Malang dapat dipahami dan terl;aksana dengan baik.

 

Reporter Linda / Ario

 

 

 

Walikota Sutiaji meninjau fasilitas Tuna Netra

Selama kurang lebih 1 (satu)jam Walikota Malang Drs H Sutiaji meninjau langsung fasilitas layanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Janti Senin 08 Juli 2019 di temani Kepala UPT Puskesmas Janti Endang Listyowati,S.Kep.M.MKes dan dr Supratikno Mkes.

Selain meninjau langsung fasilitas layanan, dengan menanyakan langsung mulai pos penerimaan pasien sampai ruangan pelayanan. Berbagai pertanyaan terkait kepuasan masyarakat saat pelayanan di Puskesmas sampai keluhannya. Tak lupa beliau menikmati layanan  tuna netra yang menjadi inovasi puskesmas Janti.

Setelah berkeliling, beliau berbagi informasi dengan Kepala Puskesmas dan seluruh pegawai Puskesmas Janti. Terkait dengan seberapa jauh pelayanan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan target peningkatan kesehatan dan seberapa jauh alokasi anggaran kesehatan masyarakat melalui APBD Kota Malang bisa beimplikasi positif bagi kinerja pembangunan Kota Malang secara menyeluruh.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah  Lurah Bandungrejosari, Lurah Sukun dan Lurah Tanjungrejo tokoh masyarakat. Harapan Sutiaji agar pelayanan di Puskesmas Janti bisa dioptimalkan dan berpesan pada para Lurah dan Tokoh Masyarakat untuk ikut serta mempromosikan Puskesmas dan seluruh program layanannya.

Mujiono/Linda

Sumbangan prestasi di Hari Olahraga Nasional

97e0af3d-3c1a-4223-9406-142dfcdde57c

Buktikan Prestasi , Kel Bandungrejosari Berprestasi di Olahraga Tradisional (Egrang) Tahun 2016

Dengan mengambil tema “Ayo Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Produktif”, peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2016 di Kota Malang, dilaksanakan pada hari Senin (19/9) di Stadion Gajayana Malang.

Dalam kesempatan tersebut “Abah Anton” menyampaikan perlunya prestasi ini diumumkan untuk menggairahkan minat masyarakat akan arti pentingnya olahraga. Selain mampu meningkatkan kinerja prestasi kegiatan olahraga ini bila dilaksanakan dengan kontinu akan meningkatkan kwalitas kejiwaan dan kinerja tubuh dalam ibadah.

or5Hadir dalam memberikan kontribusi prestasi Kota Malang adalah Shandy Ribawa Kusuma, Mahardik Kristanto, Akhmad Sueb yang mmemenangkan Lomba Permainan Tradisional (Egrang). Team permainan tradisionil yang berasal dari Kelurahan Bandungrejosari (warga RW IX Janti) ini menjuarai Lomba Permainan Egrang pada Lomba Permainan Tradsionil Kota Malang (Juara 1) tahun 2015 dan Juara 1 Lomba sejenis tingkat Propinsi Jawa Timur tahun 2016. Dan Walikota Malang sangat bersemangat saat memberikan penghargaan yang diberikan juga pada beberapa juara Lomba setingkat Kota Malang sampai Tingkat Nasional . (AR/Ida)

Sumber Berita :  Jurnalis Malang as Posted  Sept 19, 2016 dan kabar warga ORBAN Kel Bandungrejosari

KTP bisa diurus dimana saja

ktp dki jakartaKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar segera merekam data diri mereka dan membuat KTP Elektronik (KTP-El). Dalam membuat KTP El, tidak perlu lagi membawa surat pengantar dari RT/RW dan Kelurahan serta akta lahir. Cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil manapun. Bisa diurus dimana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh melalui siaran persnya mengatakan, Kemendagri telah memangkas 3 (tiga) prosedur pembuatan KTP-El.  Ia menyebutkan, penduduk yang ingin merekam KTP-El kini tidak perlu lagi membawa surat pengantar dari RT/RW dan Kelurahan serta akta lahir.

Bagi penduduk yang belum melakukan perekaman, Kemendagri memberikan perhatian khusus dan memberikan kemudahan-kemudahan, terlebih saat ini semua data dan titik-titik pelayanan di daerah sudah terkoneksi dengan Data Center (DC) di pusat.

“Cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil manapun. Bisa diurus dimana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk,” kata Zudan melalui siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sesuai dengan Perpres No.112 Tahun 2013, menurut Zudan, KTP Non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014. Mulai 1 Januari 2015 penduduk sudah harus menggunakan KTP Elektronik (KTP-el).

e-ktp-1Zudan mengingatkan, penggunaan KTP El sangat penting karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis NIK dan KTP-El. “KTP itu seperti ‘nyawa’ penduduk, karena segala urusan mulai dari membuat SIM, BPJS, mengurus akta nikah, semua membutuhkan data KTP-el,” kata Zudan mengutip Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu.

Menurut Zudan, saat ini 92 lembaga pemerintah dan swasta sudah menggunakan data KTP-el dan NIK untuk akses layanan publik. Disamping hal itu, langkah tegas perlu diambil Pemerintah untuk pembaruan database, tentang jati diri penduduk Indonesia, sehingga tidak perlu lagi membuat “KTP Lokal” untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dsb.

“KTP-el juga mencegah kepemilikan KTP ganda atau KTP palsu. Dengan demikian akurasi data penduduk presisi dan dapat digunakan untuk beragam kepentingan, khususnya pelayanan publik dan perencanaan pembangunan,” jelas Zudan.

Baru 88 Persen

Mengenai realisasi perekaman data penduduk untuk penerbitan KTP El, Dirjan Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengemukakan, hingga pertengahan Agustus 2016 ini, baru 161 juta penduduk atau 88 persen yang sudah merekam data dirinya, sejak program menuju single identity diluncurkan pada bulan Februari 2011. Sisanya, masih ada sekitar 22 juta penduduk yang belum merekam data dirinya.

Sejak program KTP-El dilaksanakan pada 2011, menurut Zudan, sebanyak 514 Kabupaten/ Kota dan 6.234 Kecamatan telah disiapkan untuk dapat melakukan perekaman. Dengan rata-rata kemampuan merekam 100 orang per hari di setiap titik perekaman, maka potensi setiap harinya tidak kurang dari 600.000 atau dalam 40 hari sebesar 24 juta orang.

“Ini tentu dengan asumsi masyarakat datang ke titik perekaman. Kunci utamanya adalah kesadaran masyarakat untuk merekam data dirinya,” lanjut Zudan.

Layanan_Pengaduan_Format_II

Layanan Pengaduan melalui WA

Ditambahkan Dirjen Dukcapil, bahwa Kemendagri juga melakukan “jemput bola” yaitu menghampiri masyarakat yang aksesnya sulit untuk menuju ke Dinas Dukcapil di daerahnya. “Fokus peningkatan pelayanan dan mempermudah pelayanan serta jemput bola di daerah pegunungan, terpencil dan perbatasan,” tambah Mendagri.

Sementara itu, berkenaan dengan blangko KTP-Wl, terutama untuk menyelesaikan Print Ready Record (PRR) yang sejak tahun 2012 terakumulasi 3,8 juta lebih, menurut Zudan, saat ini blangko yang tersedia sebanyak 4,6 juta. Saat ini Kemendagri sedang melakukan pergeseran anggaran Tahun Anggaran 2016 sehingga bisa menambah 5 juta blangko untuk mengantisipasi animo masyarakat dalam mengurus identitasnya. (Pusat Penerangan Kemendagri /RMI/ES)

Visitasi Lunas PBB . . .. Inovatif

a670db4c-35cc-4146-8026-b7c219700647

Berani tampil beda …

Rangkaian kunjungan lapang Lomba Lunas PBB terakhir jatuh i wilayah RW 11, 12 dan 13. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari jam 15.00 sd 17.00 WIB hari Selasa (6/9) berlangsung santai dan menghentak. Santai dikarenakan visitasi kali ini mendapatkan kejutan dari wilayah RW 12, dimana pelaksanaan penilaian lapanga memang ditempatkan di lapangan. Berbeda dengan yang berlangsung sebelumnya di RW 10 yang formasl dan heboh karena berani menampilkan unggulan Karang Taruna sebagai motor penggerak.

RW 1212

Aktivitas penilaian administratif bersama Ketua RT dan Ketua RW 12

Suasana penilaian benar-benar disuguhi capaian lapang dengan materi lomba terkait inovasi dan kreativitas panitia tingkat RW. Selain memang disuguhkan diwarung dekat dengan obyek penilaian, panitia pelaksana Lomba Lunas PBB tingkat RW 12 benar-benar memukau dari sisi kreativitas. Pertanyaan banyak dilontarkan oleh tim Juri dikarenakan Djarnoko Prihambodo selaku Ketua RW 12 berani menampilkan aspek Rewards (penghargaan) dan Punishment (sangsi moral) terkait pelaksanaan Lunas PBB diwilayahnya. Mulai dari penempelan stiker lunas dan ditempel di rumah Wajib Pajak (WP). Juga penempelan stiker berukuran besar bagi lokasi tanah/rumah yang belum membayar pajak. “Kami menginginkan agar warga tidak hanya dihimbau saja, tapi ada perikau aktif dengan membayar PBB. Sebagaimana barusan ada yang komplain suidah bayar PBB tapi tidak bisa membuktikan tanda lunas dari Bank Jatim. Begitu kami beritahu dan diberi penjelasan langsung dibayar dan dengan sendirinya stiker dilepas …. ‘demikian salah satu kasus yang ditangani Pak Djarnoko. Visitasi hari terakhir ini cukup meriah karena Sudarsono selaku Bhabinkamtibmas juga sempat berdialog dan mendampingi tim juri bersama warga yang lain

rw12

Bersama kita bisa ….. Sukses

.