Post dengan komentar terbanyak

  1. Belajar di KIM BIJAK — 2 comments
  2. Masuk Nominasi Kelembagaan Masyarakat — 1 comment
  3. Sosialisasi IPAL Komunal — 1 comment

Author's posts

4 Type pengelolaan swakelola

Rakor Monev Dana DAU Tambahan di Kecamatan Sukun di pandu oleh Walikota Malang Rabu 10/07/2019

Swakelola dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang penyelenggaran pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain, dan/atau kelompok masyarakat.

Dengan terbitnya Perpres Pengadaan Barang/Jasa terbaru, maka proses pelaksanaan pekerjaan pengadaan akan mengalami perubahan guna mencapai tujuan pengadaan yang lebih baik. Salah satunya adalah metode pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui swakelola yang sebelumnya terdiri dari 3 tipe menjadi 4 tipe swakelola dalam Perpres No. 16 Tahun 2018. Swakelola PBJ sendiri adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/PD sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat.

Bila pada Perpres No. 54 Tahun 2010 beserta perubahannya kita mengenai 3 tipe swakelola, maka pada Perpres No. 16 Tahun 2018 ini dikenal dengan 4 tipe swakelola. Berikut info grafis uraiannya ;

Keterangan :

Swakelola Type 1.

Dipilih apabila pekerjaan yang akan diswakelola merupakan tugas dan fungsi dari K/L/PD yang bersangkutan. Contoh; Dinas Binamarga melaksanakan swakelola pemeliharaan jalan, Kementrian Kesehatan menyelenggarakan penyuluhan bagi bidan desa, dsb.
Menurut Perpres No. 16 Tahun 2018 ini, pelaksanaan Swakelola tipe I dilakukan dengan ketentuan:

  1. PA (Pengguna Anggara)/KPA (Kuasa Pengguna Anggaran dapat menggunakan pegawai Kementerian/ Lembaga/ Perangkat Daerah lain dan/atau tenaga ahli;
  2. Penggunaan tenaga ahli tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari jumlah Tim Pelaksana; dan
  3.  Dalam hal dibutuhkan Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia, dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden ini

Swakelola Type 2.

Dipilih apabila K/L/PD memiliki pekerjaan yang bertugas sebagai penanggung jawab, namun secara keahlian/kompetensi teknis diberikan kepada pelaksana dalam hal ini institusi di luar K/L/PD tersebut. Contoh; Bappeda bekerjasama dengan BPS (Biro Pusat Statistik) untuk pekerjaan Kota Malang dalam Angka (BPS lebih ahli dalam masalah angka), Kajian pengembangan Wisata Agro di kota Malang dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB lebih ahli tentang pertanian/agro dari pada dinas pertanian atau pariwisata), dsb.

Untuk pelaksanaan Swakelola tipe II dilakukan dengan ketentuan:

  1. PA/ KPA melakukan kesepakatan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah lain pelaksana Swakelola; dan
  2. PPK menandatangani Kontrak dengan Ketua Tim Pelaksana Swakelola sesuai dengan kesepakatan kerja sama sebagaimana.

Swakelola Type 3 .

Tipe ketiga ini yang menjadi tambahan adalah Swakelola yang dilakukan oleh organisasi masyarakat seperti ICW, dll. Swakelola tipe 3 ini merupakan perluasan dari swakelola tipe 4. Adapun pelaksanaan Swakelola tipe III, menurut Perpres ini, dilakukan berdasarkan Kontrak PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dengan pimpinan Ormas (Organisasi Kemasyarakatan).

Swakelola Type 4.

Dipilih apabila dalam pekerjaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat atau untuk kepentingan langsung masyarakat dengan melibatkan masyarakat yang dianggap mampu melaksanakannya. Contoh: Perbaikan Saluran Air di desa, Pemeliharaa Jamban/MCK, dan pekerjaan sederhana lainnya.

Dan untuk pelaksanaan Swakelola tipe IV dilakukan berdasarkan Kontrak PPK dengan pimpinan Kelompok Masyarakat.

Apakah ada perbedaan type swakelola dana kelurahan dengan dana Desa … Check disini

Sumber : https://www.pengadaan.web.id

Malang Smart City …. mewujudkan Kota Kreatif

Menjelma menjadi sesuatu yang luarbiasa bukanlah tanpa sebab. Demikian pula dengan ikon baru sebagai kota kreatif indonesia, tentunya bukanlah tanpa latar belakang.

Siapa yang tidak mengenal ikon AREMANIA dan SALAM SATU JIWA di Indonesia. Bahkan plesetan sekilas tentang Blok M di Jakarta Selatan adalah blok Malangmania. Namun itu sah sah saja. Bahkan sejarah Ken Arok pun tidak akan meninggalkan kesan dan gambaran tentang kota Malang.

Mengawali tahun pemerintahan Walikota Sutiaji dan Edi Sofyan Jarwoko, Kota Malang mendapatkan gelar sebagai Kota Kreatif. Walikota Malang Sutiaji menyampaikan, prestasi tersebut merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan komunitas masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha dan media. Para stakeholder telah bersama-sama mewujudkan Kota Malang menjadi Kota Kreatif berbasis Aplikasi dan Pengembangan Game melalui program KaTa (Kabupaten/ Kota) Kreatif.  Beberapa developer game dan aplikasi sudah dibangun dari kota Malang ini, bahkan keberadaan 50 lebih perguruan tinggi turut menyumbang kota ini menjadi Smart city .

“Smart City, bukan hanya smart city dalam satu kelompok saja, tapi smart city sudah menjadi kebiasaan dan harus bisa memberikan arti positif bagi masyarakat Kota Malang. Malang 4.0 ini menjadi sebuah keniscayaan,” katanya.

Melalui konsep Pentahelix yang disampaikan saat presentasi pada Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2019 di Hotel Four Point by Sheraton, Kota Surabaya, Jumat (28/6) kemarin, beliau berharap ada pola sinergis dalam mewujudkan harmonisari yang dimulai dari perencanaan, aktivitas pembangunan serta monev. Dan berujung pada goal tercapainya layanan masyarakat yang optimal . Konsep pentahelix yang melibatkan komponen ABCGM (Academician, Business, Community, Government, dan Media).

Siapapun walikota ke depan , siapapun pemimpin kedepan, saya yakin, G-nya walaupun siapapun tapi ABC M nya jalan. Insya Allah ekonomi kreatif akan bisa  berjalan dengan baik di Kota Malnag,” kata Wali Kota Malang di hadapan peserta Rakornas ICCCN di Surabaya.

Dengan adanya sistem smart government tersebut, pihaknya akan memaksimalkan layanan publik yang berbasis digital. Dengan begitu, masyarakat bisa telayani dengan baik. “Sehingga, mampu memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Secara otomatis, dengan begitu program-program pemerintah bisa dijalankan dengan baik,” papar dia.

Yuk simak apa saja yang membuat Kota Malang bikin Kangen …..

Sumber Berita : Merdeka.com, Kumparan.com, Malangpost dan humas Pemkot Malang.

 

Menjadi pribadi yang produktif

Dalam rangka peningkatan kapasitas warga Kelurahan, Pemerintah Kelurahan Bandungrejosari mengadakan kegiatn Seminar Kepemudaan, lewat anggaran APBD Kota Malang pada Rabu 11/07/2019 bertempat di Balai Kelurahan Bandungrejosari.

SSeminar kali ini membawa nara sumber dari Puskesmas Janti yang terkait dengan bagaaimana pemuda, lewat keorganisasian Karang Taruna, dapat mengenal dirinya sendiri. Kemudian mengaplikasikan pengetahuan, yang berbasis Kesehatan, dalam kehidupan sehari-hari. Yang dimulai dari keluarga, kawan sepermainannya sampai lingkungan yang lebih besar (saat bekerja atau di organisasi kepemudaan lainnya ).

Para Narasumber dari Puskesmas yang sudah dikenal oleh masyarakat Kelurahan Bandungrejosari (pembina kegiatan Kelurahan Siada dan Pokja Kelurahan Sehat) ini langsung berinteraksi dengan para pemuda utusan dari 13 RW di lingkungan Kelurahan Bandungrejosari.  Walaupun tampak keengganan undangan dalam berinteraksi, namun kegiatan dapat berjalan baik berkat fasilitasi moderator dari  TP Penggerak PKK Kelurahan. Perempuan aktif yang akrab dipanggil Ibu Emmy ini dengan sigap membawa nuansa ceria dalam ruangan, sehingga satu persatu pertanyaan para pemuda ini dapat cepat ditanggapi oleh ibu Fatimah dan dipahami oleh peserta.

Salah satu peserta menggajukan pertanyaan

Kasie PMK Kelurahan Jumaiyah SE, memberikan penjelasan bahwa dalam klerangka membentuk masyarakat yang cerdas dan tanggap lingkungan, diperlukan upaya yang terus menerus memberikan pengetahuan dan kegiatan lewat aplikasi dana hibah Kelurahan. Kali ini adalah kegiatan kepemudaan dengan sub thema Remaja yang sehat dan Produktif. Sedangkan organisasi dan komponen masyarakat juga akan dilaksanakan dalam waktu mendatang sesuai dengan perencanaan kegiatan tahun sebelumnya. Harapannya semua komponen masyarakat lewat kelembagaan dapat berkembang pengetahuan agar sistem dan manajemen pembangunan Kota Malang dapat dipahami dan terl;aksana dengan baik.

 

Reporter Linda / Ario

 

 

 

Walikota Sutiaji meninjau fasilitas Tuna Netra

Selama kurang lebih 1 (satu)jam Walikota Malang Drs H Sutiaji meninjau langsung fasilitas layanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Janti Senin 08 Juli 2019 di temani Kepala UPT Puskesmas Janti Endang Listyowati,S.Kep.M.MKes dan dr Supratikno Mkes.

Selain meninjau langsung fasilitas layanan, dengan menanyakan langsung mulai pos penerimaan pasien sampai ruangan pelayanan. Berbagai pertanyaan terkait kepuasan masyarakat saat pelayanan di Puskesmas sampai keluhannya. Tak lupa beliau menikmati layanan  tuna netra yang menjadi inovasi puskesmas Janti.

Setelah berkeliling, beliau berbagi informasi dengan Kepala Puskesmas dan seluruh pegawai Puskesmas Janti. Terkait dengan seberapa jauh pelayanan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan target peningkatan kesehatan dan seberapa jauh alokasi anggaran kesehatan masyarakat melalui APBD Kota Malang bisa beimplikasi positif bagi kinerja pembangunan Kota Malang secara menyeluruh.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah  Lurah Bandungrejosari, Lurah Sukun dan Lurah Tanjungrejo tokoh masyarakat. Harapan Sutiaji agar pelayanan di Puskesmas Janti bisa dioptimalkan dan berpesan pada para Lurah dan Tokoh Masyarakat untuk ikut serta mempromosikan Puskesmas dan seluruh program layanannya.

Mujiono/Linda

Sumbangan prestasi di Hari Olahraga Nasional

97e0af3d-3c1a-4223-9406-142dfcdde57c

Buktikan Prestasi , Kel Bandungrejosari Berprestasi di Olahraga Tradisional (Egrang) Tahun 2016

Dengan mengambil tema “Ayo Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Produktif”, peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2016 di Kota Malang, dilaksanakan pada hari Senin (19/9) di Stadion Gajayana Malang.

Dalam kesempatan tersebut “Abah Anton” menyampaikan perlunya prestasi ini diumumkan untuk menggairahkan minat masyarakat akan arti pentingnya olahraga. Selain mampu meningkatkan kinerja prestasi kegiatan olahraga ini bila dilaksanakan dengan kontinu akan meningkatkan kwalitas kejiwaan dan kinerja tubuh dalam ibadah.

or5Hadir dalam memberikan kontribusi prestasi Kota Malang adalah Shandy Ribawa Kusuma, Mahardik Kristanto, Akhmad Sueb yang mmemenangkan Lomba Permainan Tradisional (Egrang). Team permainan tradisionil yang berasal dari Kelurahan Bandungrejosari (warga RW IX Janti) ini menjuarai Lomba Permainan Egrang pada Lomba Permainan Tradsionil Kota Malang (Juara 1) tahun 2015 dan Juara 1 Lomba sejenis tingkat Propinsi Jawa Timur tahun 2016. Dan Walikota Malang sangat bersemangat saat memberikan penghargaan yang diberikan juga pada beberapa juara Lomba setingkat Kota Malang sampai Tingkat Nasional . (AR/Ida)

Sumber Berita :  Jurnalis Malang as Posted  Sept 19, 2016 dan kabar warga ORBAN Kel Bandungrejosari

Malam Resepsi HUT RI ke 71

Lurah 1

Penyerahan Tumpeng oleh Pemerintah Kota Malang kepada Lurah Bandungrejosari menandai tahapan akhir prosesi resepsi asa syukur masyarakat Kelurahan Bandungrejosari tahun 2016 r

Sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT, masyarakat Kelurahan Bandungrejosari mengadakan resesi peringatan HUT RI ke 71 tahun 2016. Bertempat di Balai Kelurahan Sasana Wahana Mulya, Sambu (10/9) menjadi luapan ungkapan emosi dalam ucapan syukur itu.

Lurah 2

Nominator Lomba Lunas PBB antar RW se Kelurahan Bandungrejosari diberi ucapan selamat oleh Bunda Nanda

Mengulang kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya, puncak perayaan HUT RI ke 71 ini diwarnai dengan kejutan dan kegiatan luarbiasa. Setidaknya kehadiran Pemerintah Kota Malang yang diwakili oleh Yudhi Ismawardi, SH MHum akan membawa suasana baru. ” Pak Lurah Bandungrejosari ini dulu adalah sekretaris saya. Jadi kehadiran saya kali ini sekaligus reuni. Tapi perlu saya sampaikan performance Pak Zainul sebagai Lurah sudah luarbiasa … ” demikian sambutan awal beliau. Juga disampaikan appresiasi dari Walikota Malang atas prestasi masyarakat Kelurahan Bandungrejosari atas semua prestasi dan kegiatan sampai dengan malam ini.

Tampak hadir bersama beliau adalah Kepala Dispenda Kota Malang Ir Adi Heruwanto MT beserta Sekretaris , Bunda Nanda dari fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Camat Sukun Sinarni, SIP MM, Danramil Sukun dan Kapolsek Sukun.

Ambulance siaga-2

Ambulance Siaga yang disumbangkan oleh Yayasan Dua Roti Lima Ikan untuk Kelurahan Bandungrejosari

Hadir dalam undangan Panitia HUT RI ke 71 adalah seluruh Ketua RW dan RT beserta ibu, Ketua dan Koord Lembaga Sosial Kemasyarakatan , penerima santunan dan paduan swara dari TP PKK Kelurahan Bandungrejosari. Kehadiran lebih kurang 200 warga ii seakan menjadi ucapan puji syukur, mengingat bukan hanya sekedar perayaan Nominasi Lomba PBB antar Kelurahan saja dan penyerahan ambulance siaga oleh Yayasan lima roti dua ikan saja, tapi lebih teduh dan syahdu karena pemberian santunan Rp 250.000, – per jiwa  kepada warga dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim.

KTP bisa diurus dimana saja

ktp dki jakartaKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar segera merekam data diri mereka dan membuat KTP Elektronik (KTP-El). Dalam membuat KTP El, tidak perlu lagi membawa surat pengantar dari RT/RW dan Kelurahan serta akta lahir. Cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil manapun. Bisa diurus dimana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh melalui siaran persnya mengatakan, Kemendagri telah memangkas 3 (tiga) prosedur pembuatan KTP-El.  Ia menyebutkan, penduduk yang ingin merekam KTP-El kini tidak perlu lagi membawa surat pengantar dari RT/RW dan Kelurahan serta akta lahir.

Bagi penduduk yang belum melakukan perekaman, Kemendagri memberikan perhatian khusus dan memberikan kemudahan-kemudahan, terlebih saat ini semua data dan titik-titik pelayanan di daerah sudah terkoneksi dengan Data Center (DC) di pusat.

“Cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil manapun. Bisa diurus dimana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk,” kata Zudan melalui siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sesuai dengan Perpres No.112 Tahun 2013, menurut Zudan, KTP Non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014. Mulai 1 Januari 2015 penduduk sudah harus menggunakan KTP Elektronik (KTP-el).

e-ktp-1Zudan mengingatkan, penggunaan KTP El sangat penting karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis NIK dan KTP-El. “KTP itu seperti ‘nyawa’ penduduk, karena segala urusan mulai dari membuat SIM, BPJS, mengurus akta nikah, semua membutuhkan data KTP-el,” kata Zudan mengutip Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu.

Menurut Zudan, saat ini 92 lembaga pemerintah dan swasta sudah menggunakan data KTP-el dan NIK untuk akses layanan publik. Disamping hal itu, langkah tegas perlu diambil Pemerintah untuk pembaruan database, tentang jati diri penduduk Indonesia, sehingga tidak perlu lagi membuat “KTP Lokal” untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dsb.

“KTP-el juga mencegah kepemilikan KTP ganda atau KTP palsu. Dengan demikian akurasi data penduduk presisi dan dapat digunakan untuk beragam kepentingan, khususnya pelayanan publik dan perencanaan pembangunan,” jelas Zudan.

Baru 88 Persen

Mengenai realisasi perekaman data penduduk untuk penerbitan KTP El, Dirjan Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengemukakan, hingga pertengahan Agustus 2016 ini, baru 161 juta penduduk atau 88 persen yang sudah merekam data dirinya, sejak program menuju single identity diluncurkan pada bulan Februari 2011. Sisanya, masih ada sekitar 22 juta penduduk yang belum merekam data dirinya.

Sejak program KTP-El dilaksanakan pada 2011, menurut Zudan, sebanyak 514 Kabupaten/ Kota dan 6.234 Kecamatan telah disiapkan untuk dapat melakukan perekaman. Dengan rata-rata kemampuan merekam 100 orang per hari di setiap titik perekaman, maka potensi setiap harinya tidak kurang dari 600.000 atau dalam 40 hari sebesar 24 juta orang.

“Ini tentu dengan asumsi masyarakat datang ke titik perekaman. Kunci utamanya adalah kesadaran masyarakat untuk merekam data dirinya,” lanjut Zudan.

Layanan_Pengaduan_Format_II

Layanan Pengaduan melalui WA

Ditambahkan Dirjen Dukcapil, bahwa Kemendagri juga melakukan “jemput bola” yaitu menghampiri masyarakat yang aksesnya sulit untuk menuju ke Dinas Dukcapil di daerahnya. “Fokus peningkatan pelayanan dan mempermudah pelayanan serta jemput bola di daerah pegunungan, terpencil dan perbatasan,” tambah Mendagri.

Sementara itu, berkenaan dengan blangko KTP-Wl, terutama untuk menyelesaikan Print Ready Record (PRR) yang sejak tahun 2012 terakumulasi 3,8 juta lebih, menurut Zudan, saat ini blangko yang tersedia sebanyak 4,6 juta. Saat ini Kemendagri sedang melakukan pergeseran anggaran Tahun Anggaran 2016 sehingga bisa menambah 5 juta blangko untuk mengantisipasi animo masyarakat dalam mengurus identitasnya. (Pusat Penerangan Kemendagri /RMI/ES)

Visitasi Lunas PBB . . .. Inovatif

a670db4c-35cc-4146-8026-b7c219700647

Berani tampil beda …

Rangkaian kunjungan lapang Lomba Lunas PBB terakhir jatuh i wilayah RW 11, 12 dan 13. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari jam 15.00 sd 17.00 WIB hari Selasa (6/9) berlangsung santai dan menghentak. Santai dikarenakan visitasi kali ini mendapatkan kejutan dari wilayah RW 12, dimana pelaksanaan penilaian lapanga memang ditempatkan di lapangan. Berbeda dengan yang berlangsung sebelumnya di RW 10 yang formasl dan heboh karena berani menampilkan unggulan Karang Taruna sebagai motor penggerak.

RW 1212

Aktivitas penilaian administratif bersama Ketua RT dan Ketua RW 12

Suasana penilaian benar-benar disuguhi capaian lapang dengan materi lomba terkait inovasi dan kreativitas panitia tingkat RW. Selain memang disuguhkan diwarung dekat dengan obyek penilaian, panitia pelaksana Lomba Lunas PBB tingkat RW 12 benar-benar memukau dari sisi kreativitas. Pertanyaan banyak dilontarkan oleh tim Juri dikarenakan Djarnoko Prihambodo selaku Ketua RW 12 berani menampilkan aspek Rewards (penghargaan) dan Punishment (sangsi moral) terkait pelaksanaan Lunas PBB diwilayahnya. Mulai dari penempelan stiker lunas dan ditempel di rumah Wajib Pajak (WP). Juga penempelan stiker berukuran besar bagi lokasi tanah/rumah yang belum membayar pajak. “Kami menginginkan agar warga tidak hanya dihimbau saja, tapi ada perikau aktif dengan membayar PBB. Sebagaimana barusan ada yang komplain suidah bayar PBB tapi tidak bisa membuktikan tanda lunas dari Bank Jatim. Begitu kami beritahu dan diberi penjelasan langsung dibayar dan dengan sendirinya stiker dilepas …. ‘demikian salah satu kasus yang ditangani Pak Djarnoko. Visitasi hari terakhir ini cukup meriah karena Sudarsono selaku Bhabinkamtibmas juga sempat berdialog dan mendampingi tim juri bersama warga yang lain

rw12

Bersama kita bisa ….. Sukses

.

Visitasi Lomba PBB … heboh

434a06f7-e63c-4c32-b2e0-e36669230fdbMelanjutkan kegiatan kunjungan lapang, panitia dan juri lomba Lunas PBB Kelurahan Bandungrejosari menyisir ke wilayah RW 07, 08,09 dan RW 10. Kegiatan ini merupakan rangkaian 4 (empat) hari penilaian lapangan ini berlangsung dari tanggal 01 – 06 September 2016 dan dilaksanakan pada hari kerja.

Berbeda dengan semaraknya hari pertama saat menilai RW 01, 02 dan 03 panitia dan Juri lomba Lunas PBB ini dikejutkan dengan sambutan yang meriah dari Ketua RW dan masyarakat RW 10 Simpang Panjura Kepuh. Meskipun terlaksana hampir mendekati suasana adzan magrib, Drs Moch Hasan selaku Ketua RW 10 antusia mengantar penilaian administrasi dan kunjungan lapang. Beliau dan masyarakat yang anthusias, menyampaikan joke joke pendek terkait lomba Lunas PBB sampai perang argumentasi. ” . . . . kalau dengan suguhan administrasi ini dan kunjungan lapang serta anthusiasme warga seperti ini RW 10 tidak menang …. terlalu” demikian sambutan Ketua RW mengantar Juri lomba.  Namun juri lomba yang terdiri dari Puryanto (Ketua LPMK), Warsito (Koord BKM Guyub Rukun) dan Ario Rachmono (reporter KIM BIJAK) pun tidak kalah sengit dengan argumentasi Ketua RW 10.

2-horz

Suasana ceria saat visitasi Lomba Lunas PBB di RW

Ketua RW 10 dan masyarakat RW 10 menampilkan unggulan Karang Taruna sebagai motor penggerak himbauan Lunas PBB. Disamping itu juga hadir TP PKK RW dan 8 Ketua RT, yang membantu memberikan informasi berkenaan dengan bagaimana prosesi kegiatan Lunas PBB di RW 10 .

Penilaian sore ini berlangsung di RW 07, 08, 09 dan RW 10.

Siapapun wilayah yang akan menjadi nominator terbaik dan patut diberikan appresiasi. Utamanya dari Pemerintah Kota Malang.

Wujudkan kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan lewat aktivitas Lunas PBB 2016.

Jagongan Muspika Sukun

13Bertempat di lapangan warga RT RW 08 Janti Barat Jumat malam (02/09) berlangsung acara Rembug Warga dengan Muspika Sukun. Acara yang bertajuk Jagongan dan Silaturahim ini diselenggarakan oleh Polsek Sukun dan dihadiri oleh Danramil Sukun, Camat Sukun, Lurah Bandungrejosari dan warga RW 08 serta Tokoh masyarakat Kelurahan Bandungrejosari. Tak luput dari perhatian seluruh jajaran kunci Polsek Sukun serta anggota TNI yang juga jajaran Babinmas se Kecamatan Sukun.

14

Kompol Sutantyo, SH

Dalam narasinya Kompol Sutantyo SH yang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukun menyampaikan hal ikhwal pentingnya pemakaian helm dan pengurangan pelanggaran di jalan raya. Khususnya pemakaian helm.

Disamping itu juga pembinaan keammanan serta ketertiban masyarakat yang meliputi kewaspadaan terhadap curanmor, gangguan kriminalitas, pembinaan keamanan lingkunga, serta penanganan penyalahgunaan narkoba. Beliau juga menyampaikan tentang keberadaan Bhabinkamtibmas yang baru bertugas 3 (tiga) minggu yakni Sudarsono yang menggantikan Wasito Utomo yang purna tugas.

Taklupa menyampaikan program “panic buttton”yang merupakan reaksi cepat kepolisian terhadap gangguan keamanan lingkungan. Beliau sampaikan bahwa keberadaan “panic button”ini sudah mendapatkan rangking ke tiga di kementrian sebagai layanan cepat tanggap.

Dalam keluhan yang disampaikan warga, tercetus 3 permasalahan

  1. Ibu Valentin dari RT07 tentang gangguan kertiban parkir salah satu perusahaan farmasi yang mengganggu perjalanan warga. Untuk hal ini Kapolsek langsung kenginstruksikan kanit lantas untuk mengecek di lapangan,
  2. Dodik Utomo yang mantan RW 08, menyampaikan agar acara ini bisa dilanjutkan dengan blusukan. Hal ini untuk meningkatkan rasa aman warga dan silaturahim dengan kepolisian khususnya yang ada di Sukun. Untuk hal ini kapolsek menyampaikan kepada jajarannya agar bisa mengatur jadual tentu saj atidak bisa setiap bulan. Mengingat cukup banyaknya tugas.
  3. Alfandi, yang juga Ketua RW 08 yang menginginkan adanya pengurangan kecelakaan di tikungan janti barat. Untuk hal yang satu ini bukan tanggung jawab kepolisian namun Sinas Perhubungan . Dan kapolsek beerjanji akan berkomunikasi dengan Kanit Lantas dan jajaran Polresta Malang untuk bisa menginformasikan hal ini kepada Dinas Perhubungan. Namun beberapa operasi di titik pada ruas jalan ini sudah dilakukan.
  4. Berkaitan dengan permasalahan sinergi pembinaan keamanan, keteriban dan ketentraman di masyarakat, Sudaryanto SPd – selaku Sekretaris Kecamatan yang pernah dinas di Satuan Polisi Pamong Praja- juga mengingatkan akan pentingnya Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).Keberadaan pos ini dan eksistensi perlindungan masyarakat juga diharapkan mendapatkan perhatian.
12

Ketua dan Tokoh masyarakat antusias mengikuti acara ini