Post dengan komentar terbanyak

  1. Belajar di KIM BIJAK — 2 comments
  2. Makna peringatan HUT RI 2019 — 2 comments
  3. Masuk Nominasi Kelembagaan Masyarakat — 1 comment
  4. Sosialisasi IPAL Komunal — 1 comment

Author's posts

Kemeriahan HUT RI Ke 74

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 ini Kelurahan Bandungrejosari telah melaksanakan berbagai kegiatan lomba dan gerak jalan sehat. Kegiatan lomba yang telah dilaksanakan oleh Penitia tingkat Kelurahan meliputi lomba administrasi PKK yang diikuti oleh PKK RW 01-RW 13, Lomba Tata Busana yang diikuti oleh ibu-ibu pengerak PKK, Pertandingan Tenes Meja yang diikuti oleh Tim Tenes Meja RW 01-RW 13, Pertandingan Bulu Tangkis yang diikuti oleh Tim Bulu Tangkis RW 01-RW 13 serta kegiatan gerak jalan sehat yang merupakan acara puncak dari kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74. Seperti acara tahun sebelumnya tahun ini kegiatan sosial yang dilakukan oleh segenap warga Kelurahan Bandungrejsoari adalah pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan kaum duafa, serta pengobatan gratis.

Kegiatan gerak jalan yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 8 September 2019 ini diberangkatkan oleh Wakil Wali Kota Malang Bpk. Sofyan Edi Jarwoko, namun sebelum pemberangkatan gerak jalan dilakukan senam masal yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan peserta gerak jalan. Semarak kegiatan gerak jalan, pemberian santunan dan pengobatan gratis ini semakin kelihatan meriah dengan kehadiran Wakil Wali Kota Malang, Anggota DPRD Kota Malang dari komisi D yang diwakili oleh Bpk. Suyadi, MM,  Kapolsek Sukun, Bpk Camat Sukun, Bpk Lurah Bandungrejosari, Ketua LPMK Kelurahan Bandungrejosari dan para tokoh masyarakat Kelurahan Bandungrejosari. Ada yang lain dalam kegiatan  peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke 74 tahun ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia Bpk. Jumain, bahwa tahun ini kegiatan pertandingan Bulutangkis dan Tenes Meja diberikan Piata Bergilir bagi Juara I dengan harapan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan memperebutkan juara bergilir dan uang pembinaan.

 

Penulis: Wiroguno

Gallery Photo

 

 

Grebek Suro Melestasikan Tradisi Leluhur

Tradisi Suroan atau grebek suro tahun ini dilaksanakan di RW 03 Kelurahan Bandungrejosari, acara yang digelar dengan berbagai kegiatan mulai bersih desa sampai acara kirab dalam memperingati 1 muharam 1441H ini diikuti oleh seluruh warga RW 03 Kelurahan Bandungrejosari beserta institusi pendidikan yang ada disekitar wilayah klayatan dan kemantren  berbaur dalam kirab grebek suro seperti TK ABA 30, TK ABA 31, PAUD Sang Surya, TK Darma Wanita dan lainnya. Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat , Ketua RW 03, RW 11, Bpk Lurah Bandungrejosari dan Bpk Wawali Kota Malang. Acara yang diberangkatkan oleh Bpk Wawali Kota Malang Bpk Sofyan Edi Jarwoko ini mengusung tema sedekah bumi sebagai rasa syukur masyarakat Kelurahan Bandungrejsoari kepada Allah SWT yang telah memberikan keberkahan dalam kehidupan masyarakat Bandungrejosari, serta sebagai selamatan tolak bala’ untuk keselamatan masyarakat Bandungrejosari dalam menjalani kehidupan bermasyarakat an bernegara.

Acara yang digelar pada hari minggu tanggal 1 september 2019 ini menampilkan berbagai kreasi masyarakat dalam melestarikan budaya jawa, serta mengusung hasil bumi sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.  Setiap kegiatan grebeg suro selalu ditampilkan budaya masyarakat RW 03 berupa bantengan dan leang leong,

Penulis: Wiroguno

Semarak Kemerdekaan RI Ke-74

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun ini sangat terasa dalam gelaran kegiatan yang diadakan oleh warga masyarakat Bandungrejosari. Hal ini terlihat dengan hiasan kerlap-kerlip lampu hias yang berwarna-warni menghiasi setiap kampung yang ada di Kelurahan Bandungrejosari. Berbagai kegiatan dilakukan oleh warga untuk menyemarakkan HUT RI ke 74 ini dimulai tanggal 16 agustus 2019 dengan kegiatan tasyakuran yang diadakan dimasing-masing RT. Namun tidak kalah pentingnya adalah kegiatan yang luar biasa yang dilakukan oleh warga RW 07 Kelurahan Bandungrejosari dengan menggelar upacara kemerdekaan dengan melibatkan seluruh RT yang ada di lingkungan RW 07. Upacara yang diadakan di depan pintu gerbang Perumahan Sukun Pondok Indah ini melibatkan perwakilan warga dari 10 RT, Ketua RW 07 (Bpk. Sujoko) dan dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat yang ada di RW 07 serta beberapa veteran pejuang kemerdekaan dan pengurus LPMK Kelurahan Bandungrejosari.

Upacara yang dimulai jam 07.00 wib ini murni kegiatan yang dilakukan oleh warga sebagai bentuk kecintaan warga terhadap NKRI dan sebagai sarana memperingati kemerdekaan RI yang diperjuangkan dengan darah para pejuang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan memupuk rasa kebangsaan bagi setiap warga masyarakat. Semua petugas upacara adalah dari warga RW 07 sendiri. Kegiatan upacara diakhiri dengan acara defile dimulai dari RT 01 sampai dengan RT 10. Kegiatan upacara yang sudah dilakukan 2 kali ini, diharapkan menjadi rutinitas yang dilakukan oleh warga RW 07 setiap memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penulis: Wiroguno

Merajut silaturahim di lapangan Kemantren

Merajut tali silaturahim terjadi di mana saja, namun kegiatan rutin yang dipandu oleh Pemuda Muhammadiyah Klayatan Kemantren mampu menyatukan aktivitas dan momen berharga untuk berkumpul dan merajut sitarurahim.

Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan sholat Idul Adha 1440H Ahad  11 Agustus 2019 di lapangan Sukun Pondok Indah Kemantren, mereka kembali berkumpul bersama keluarga melaksanakan sholat ied berjamaah. Lapangan SPI, yang juga sebagai pintu masuk lingkungan Sukun Pondok Indah 07 Kelurahan Bandungrejosari terasa penuh sesak.  Sholat Ied yang dilaksanakan mulai jam 06.15 WIB tampak syahdu dan khusuk. ditambah latar belakang perumahan membuat suasana laksana dalam lukisan.

Macet di Raya Kepuh

Tampak kondisi siang jam 14.00 WIB di lokasi jembatan Janti

Berkaitan dengan revitalisasi jembatan Janti raya, pengguna jalan di wilayah Bandungrejosari akan berpotensi macet.  Kemacetan jalan bisa berlangsung cukup lama, menurut keterangan beberapa pelaksana proytek, jembatan Janti akan di tutup mulai 8 Agustus 2019 sampai Desember.

Disayangkan memang, bahwa sosialisasi Kelurahan per surat kepada wilayah belum menuai hasil.  Salah satunya jalan alternatif dari Univ Kanjuruhan (depan Kelurahan Bandungrejosari)  ke timur menuju jembatan makam Kepuh masih macet parah. Sehingga mulai sore sampai 19.00 WIB sepanjang jalan raya Kepuh mengalami kemacetan parah. Hal ini mungkin banyak disebabkan karena nuansa akhir pekan dan banyaknya yang akan merayakan Sholat Ied di luar kota.

Himbauan yang disampaikan oleh perangkat Kelurahan Bandungrejosari, kiranya pihak Dishub dan Kepolisian Kota Malang segera mengadakan rekayasa lalu lintas agar kemacetan dapat diurai dan berkurang, utamanya jam jam sibuk pagi dan sore hari . Mengingat volume jalan alternatif tidak mendukung, serta masuk wilayah permukiman.

Ario/Linda

kemacetan mulai nampak sejak 17.00 WIB

KSM Basama, apa kabar ?

Pemerintah Kota Malang berancang-ancang membangun teknologi yang mampu memanfaatkan sampah sebagai sumber tenaga listrik. Untuk segera merealisasikannya, Pemerintah Kota Malang melakukan dialog dengan Perwakilan dari Bappenas untuk membahas opsi alternatif dalam pembiayaan ataupun bantuan dari pusat dalam proses pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Bapak Drs.Wasto SH.MH. menjelaskan jika permasalahan sampah di Kota Malang sudah di depan mata. “Lima sampai tujuh tahun kedepan, Malang ini akan menjadi persoalan sampah, hampir pasti”, ujar Sekretaris Daerah Kota Malang dalam dialog dengan Bappenas di Ruang Walikota Malang. Sehingga perlu segera dilakukan langkah-langkah antispasi untuk mengurai masalah tersebut dengan semua pilihan opsi yang ada. Terlebih jika opsi tersebut mampu memberikan manfaat kembali untuk Kota Malang.

Sekretaris Daerah Kota Malang tak menampik jika telah banyak tawaran berdatangan dalam pembangunan teknologi pengelolaan tersebut namun selalu terkendala pada masalah biaya. Sehingga menurutnya, perlu adanya bantuan/campurtangan dari pusat untuk merealisasikan rencana ini.

Pengelolaan sampah memang seharusnya dapat dimulai dari pengelolaan tingkat basis, yakni lewat pola keluarga. Dikelola lewat kelembagaan masyarakat (KUB), lewat fasilitasi pemerintah, dapat mengurangi beban sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Lewat pendirian Instalasi Pengelolaan Sampah Organik (IPSO) di setiap sumber dominan (pada tahap awal) lalu pemerintah membentuk Industri Daur Ulang Sampah semacam Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK) untuk menunjang dan membantu pemasaran dari IPSO yang telah didirikan oleh kelompok usaha bersama (KUB) oleh masyarakat, sebagai pola komunal atau “konsep bersih mandiri” dalam mensiasati problem persampahan di Indonesia.

Berpijak pada pola yang awal dapat dilakukan perbaikan dan penyempuranaan, sehingga hanya sampah yang tidak bisa di olah saja yang akan dibuang di TPA. Misalnya sampah B3 (beracun, berbau dan berbahaya).

Secara holistic dalam mensukseskan program progreen, haruslah dimulai dengan program bersih lingkungan dengan mengelola sampah dengan bijaksana. Sesungguhnya inilah inti dari program progreen. Bukan hanya menanam pohon saja, seperti selama ini yangdilakukan pemerintah (akan terjadi pemubadziran anggaran saja) tapi dengan mengelola kebersihan untuk dijadikan sarana dan prasarana pupuk dan pemupukan agar tanaman menjadi hijau, tentu didalamnya akan tercipta sebuah proses kreatifitas dan aktivitas di tingkat masyarakat komunal (tercipta kemandirian). Diharapkan dengan pola komunal ini, masyarakat tentu akan peduli menanam pohon dan tidak terlalu susah memeliharanya, karena pupuknya yang berbasis sampah kota dapat dengan mudah diperoleh (sustainable).

TPS3R Bandungrejosari.

Sejak digulirkan dapat capaian pembangunan oleh Lurah Bandungrejosari Jumat 6/8/2016, bahwa pengelolaan sampah di kelurahan akan dikembangkan dalam pola 3R (Reduce, Re use dan Recycle) lewat pembangunan fasilitas sampah terpadu di lokasi Kemantren. Selain mengurangi jumlah sampah dari 3 RW yakni RW03 RW 07 dan RW13, pola ini akan dijadikan percontohan agar ke depan seluruh sampah di kelurahan akan “dimakan” oleh fasilitas TPS 3R.

Peresmian pembangunan fasilitas TPS3R tahun 2017 sampai saat ini masih mengalami kendala. Sebagaimana yang dilaksanakan pada rakor Lurah dan instansi terkait (Camat, Dinas DLH dan kader lingkungan) pada Jumat 15 September 2017, masih menyisakan persoalan tentang program kerja, laporan kegiatan dan keuangan dan terpenting adalah masalah kelembagaan.

Keterangan gambar :

TPS3R menempati posisi di belakang lapangan olahraga Kemantren

Ario/Linda

Bulutangkis …. sarana pemersatu tokoh


Membangun kembali nilai nilai kebangsaan bisa dilaksakan lewat banyak hal. Mulai dari bercerita tentang kepahlawanan (biasanya saat melaksanakan tasyakurandi malam 17), berbagai lomba berthenakan merah putih, pendirian gapura, karnaval atau pun berbagai kegiatan olahraga. kita tidak bisa memungkiri bahwa olahraga bulutangkis adalah olahraga kelas dunia, dan kita sudah banyak tokoh olahraga ini yang berjaya diberbagai even kelas dunia.
Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan HUT RI Ke 74, Panitia HUT RI Kelurahan Bandungrejosari pun mengadakan acara yang jadi pemersatu bangsa …… Bulutangkis.
Mengapa ?
Menginjak usia Kota Malang yang ke 104 tahun, banyak tokoh masyarakat dan pejabat Kota Malang sudah tidak asing dengan olahraga yang satu ini. “Bulutangkis adalah satu olahraga yang bersifat Nasional. Dan jangan lupa Bandungrejosari sudah terkenal seantero Nusantara sebagai sentranya raket” demikian pernah disampaikan oleh Djumain, ketua Panitia HUT RI Ke 74 Kel Bandungrejosari.Sehingga peragaan lomba tidak hanya sekedar menjadi juara, namun diharapkan dapat mengumpulkan tokoh masyarakat dan pejabat Kota Malang dalam bersilaturahim.
Kalau kita undang Walikota dan Wawali di event eksibisi HUT RI ke 74 di Kelurahan Bandungrejosari, menurut teman warga Bandungrejoari bagaimana ….?

Fakta HUT RI ke 74 tahun ini

Beberapa fakta yang berkaitan dengan HUT RI ke 74 tahun 2019 yang bisa temen warga kelurahan harus tahu adalah sebagai berikut :
1. Logo HUT RI, .. Logo tahun ini berbalut merah putih khas dengan angka 74 yang dominan
2. Slogan Menunju Indonesia Unggul ,… slogan ini terinspirasi oleh pidatoi Presiden Joko Widodo yang mengungkapkan bahwa pembangunan Indonesia ke depan diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia. Wajar apabila slogan ini harus selalu digaungkan
3. 17 Agustus 2019 jatuh pada hari Sabtu,… so jangan berharap ada week end ya bagi pekerja kantoran
4. Kelurahan Bandungrejosari mempunyai 5 wilayah dengan jumlah warga dan sejarah berdirinya lingkungan tersebut. Ada Janti, Kepuh, Keben, Kemantren dan Klayatan
5. Kampung kerlip kerlip ,… tahun ini seiring dengan perayaan HUT RI ke 74 thema kampung warga kali ini menjadi khas, yaitu kampungku berkelip kelip.
menurut temen warga Bandungrejosari bagaimana ????

Membangun asset Kelurahan Bandungrejosari

Kepedulian terhadap pembangunan bukan saja pada kepedulian terhadap pembangunan fisik semata. Namun juga pada sektor manusia dan lingkungan hidupnya dengan harapan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian tingkat partisipasi masyarakat kelurahan akan terbentuk, nyata, terukur dan berkelanjutan. Hakekat pelaksanaan pembangunan ini disadari sepenuhnya oleh Lurah Bandungrejosari Kec Sukun Kota Malang.
Disela sela pembangunan fisik berjalan di tingkat wilayah, beliau selalu menanamkan pentingnya menyantuni anak yatim, dhuafa dan fakir miskin. Hal ini dilakukan dengan satu pemahaman, bahwa selain “menghidupkan” nilai-nilai kedermawanan, berbagi kesejahteraan, juga pada proses percepatan “naik kelas” bagi warga pra sejahtera di Kelurahan Bandungrejosari.
Dalam jenjang karir di Kelurahan Bandungrejosari, sejak 2011 sampai sekarang, disetiap tahun anggaran selalu diinisiatipkan adanya santunan bagi keluarga pra sejahtera di atas. Mulai santuan dalam bentuk uang, stimulan, dan peduli pada setiap program penanggulanngan kemiskinan yang berasal dari berbagai kedinasan. Bahkan senantiasa mendorong kegiatan kemasyarakatan untuk menyisihkan bantuan sosial, khususnya dalam rangka membuka akses pada sumber daya kunci agar adanya percepatan dalam menuju kesejahteraan.
Hal inilah yang disadari beliau saat menerima Tim Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Malang (Jumat 2/08/2019) dalam rangka Kelurahan Bandungrejosari mendapatkan program Kampung Zakat. Zainul Amali S.Sos Msi menyampaikan karakter warga miskin kelurahan beserta lingkungannya, yang walaupun menyebar di 13 RW namun tidak terlokasi di satu tempat. Sehingga saat Ibu Nurul dari Kemenag Kota Malang meminta untuk survey lokasi agar dapat memetakan lokasi dan persyarataan administrasi lainnya. Dalam kesempatan itu pula Zainul Amali S.Sos Msi menyampaikan, bahwa tidak ada satupun RT yang spesifik adalah warga miskin. Yang ada adalah kawasan yang bisa jadi terdiri dari 1 sampai 3 RT. Ibu Nurul dan tim pun mendapatkan penjelasan tambahan dari Ibu Kartina (mewakili Puskesos dan PSM Kelurahan) dan Ario Rachmono (TKSK Sukun) tentang perlunya satu kesepakatan tentang warga miskin kelurahan dan lokasi yang bisa dijadikan alternatif.
Dalam rangka mendapatkan data yang sesuai, Tim Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Malang ini pun diantar ke lokasi RT10 RW 01 dan RT11 RW 03 untuk mendapatkan data konkrit dan survey yang akan dipakai sebagai kajian awal terbentuknya Kampung Zakat. Semoga dengan keberadaan Kampung Zakat ini dapat menambah aset Bandungrejosari, yang akan menjadi daya ungkit bagi masyaraakt miskin Kelurahan untuk ikut serta aktif dalam Program Pembangunan Kelurahan Bandungrejosari

Makna peringatan HUT RI 2019

Dalam rangka ikut memeriahkan peringatan HUT RI ke 74, kelurahan Bandungrejosari juga berpartisipasi lewat rangkaian kegiatan khas Bandungrejosari. Rapat pleno (Kamis, 25/07/2019) yang dipimpin oleh Bapak Djumain dan Bp Markani mengagendakan beberapa hal terkait pelaksanaan tahun 2019.

Lurah Bandungrejosari S.Sos MSi membuka dengan semangat khas yang menggebu, bahwa sebagaimana wujud rasa syukur dari kita sebagai warga negara adalah dengan memperingati momen bersejarah ini. Dari tahun ke tahun pelaksanaan kegiatan selalu tidak meninggalkan rasa syukur lewat keberadan santunan Dhuafa dan fakis miskin di tingkat Kelurahan. Disamping acara inti yang lazim dilaksanakan pada baziz kelurahan, beberapa hal perlu mendapatkan perhatian khusus. Lurah mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan dan mekanisme penggunaan uang harus transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. Beliau mengingatkan agar tidak terjadi pengaduan atau komplain kegiatan lewat media sosial, Sehingga Panitia HUT RI ke 74 harus saling mengingatkan kinerja dan hasil akhir, yakni terlaksananya dengan baik sesuai perencanaan. Istilah beliau yang lazim di kalangan tokoh adalah “ANGGARAN menentukan KEGIATAN”.

Agenda kegiatan peringatan HUT RI ke 74 :
1. Mobil hias (dilombakan) di tingkat Kota  Malang akan diwakili oleh RW 1
2. Kegiatan umum HUT RI ke 74 direncanakan dg biaya Swadaya Masyarakat
3. Rencana kegiatan pembelian tanah makam di wilayah timur
4. Jasmas persampahan akhirnya di dapat 2 roda tiga dan 50 tong sampah
5. Peletakan batu pertama dpt bantuan 8×12 meter tanah untuk dibangun balai RW 10.

Hadir tokoh masyarakat dan kelembagaan masyarakat tingkat kelurahan juga PKK tingkat RW didampingi bhabinmas dan bhahinkamtibmas

Hasil Kegiatan sbb :

1. Zainul Amali S.Sos MSi mematangkan acara dengan memggaris bawahi bahwa yang terpenting adalah dukungan seluruh warga agar pelaksanaan dapat berjalan sukses,
2. Kegiatan  ini juga akan dilaksanakan dengan pengobatan gratis yang dipandu oleh FKKAUB Kelurahan Bandungrejosari.  Selain pengobatan gratis juga santunan anak yatim dan dhuafa rencananya juga akan diselenggarakan sebagai potensi rasa syukur masyarakat Bandungrejosari di peringatan HUT RI ke 74.

Acara ditutup oleh doa yang dipandu oleh Ustadz Mashuri dengan himbauan agar dapatnya kegiatan santunan fakis miskin dan dhuafa dapat terlaksana di sela sela keramaian dan semarak peringatan HUT RI ke 74.

Ario/Linda